<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>IRFAN ABDURRASYID</title>
	<atom:link href="http://faenpunya.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://faenpunya.wordpress.com</link>
	<description>bermacam artikel penting ada di sini</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Mar 2008 11:57:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='faenpunya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/87e5559ee4580fcbe424387eb1dc9ff9?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>IRFAN ABDURRASYID</title>
		<link>http://faenpunya.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Perayaan Malam Paskah Aman dan Khusyuk</title>
		<link>http://faenpunya.wordpress.com/2008/03/23/perayaan-malam-paskah-aman-dan-khusyuk/</link>
		<comments>http://faenpunya.wordpress.com/2008/03/23/perayaan-malam-paskah-aman-dan-khusyuk/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 11:52:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faenpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://faenpunya.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[
 BANDUNG, (PR).-
Perayaan ekaristi malam Paskah di Bandung, Sabtu (22/3), berlangsung aman. Umat Kristen merayakan kebangkitan Kristus dengan khusyuk.
Di Gereja Katedral Santo Petrus Bandung, Misa Paskah diadakan tujuh kali selama dua hari, Sabtu (22/3) dan Minggu (23/3). Pada Misa Malam Paskah kedua, Sabtu, pukul 19.30 WIB, Pastor Leo van Beurden, OSC., dalam khotbahnya, menegaskan kesetiaan Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faenpunya.wordpress.com&blog=3186325&post=12&subd=faenpunya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><font size="2"></font><font size="2"></p>
<p align="justify"><a href="http://faenpunya.files.wordpress.com/2008/03/bdg-paskah.jpg" title="bdg-paskah.jpg"><img src="http://faenpunya.files.wordpress.com/2008/03/bdg-paskah.thumbnail.jpg" alt="bdg-paskah.jpg" /></a> BANDUNG, (PR).-<br />
Perayaan ekaristi malam Paskah di Bandung, Sabtu (22/3), berlangsung aman. Umat Kristen merayakan kebangkitan Kristus dengan khusyuk.</p>
<p align="justify">Di Gereja Katedral Santo Petrus Bandung, Misa Paskah diadakan tujuh kali selama dua hari, Sabtu (22/3) dan Minggu (23/3). Pada Misa Malam Paskah kedua, Sabtu, pukul 19.30 WIB, Pastor Leo van Beurden, OSC., dalam khotbahnya, menegaskan kesetiaan Allah yang tetap peduli pada nasib manusia.</p>
<p align="justify">Perayaan ekaristi dimulai dengan upacara cahaya. Semua lampu di dalam gereja dimatikan saat pastor bersama rombongan prodiakon dan putra altar masuk. Suasana gelap menandai kegelapan yang muncul karena kejatuhan manusia ke dalam dosa.</p>
<p align="justify">Upacara cahaya diawali dengan penyalaan lilin Paskah setinggi 1,5 m yang diletakkan di depan altar oleh pastor. Sesudah lilin menyala, putra altar menyebarkan nyalanya kepada seluruh umat yang masing-masing memiliki satu lilin kecil di tangan. Lilin merupakan tanda penghormatan kepada Sang Awal dan Akhir, Yesus Kristus yang menjadi terang bagi manusia. Upacara dilanjutkan dengan nyanyian kisah penciptaan dunia.</p>
<p align="justify">Dalam doa umat, umat berlutut memohon berkat untuk menjadi terang bagi sesama serta berdoa untuk kebangkitan Bangsa Indonesia dari berbagai keterpurukan. Perayaan malam Paskah juga dilakukan pembaruan janji baptis sebagai lambang kesetiaan mengikuti Kristus.</p>
<p align="justify">Di Gereja Fransiskus Xaverius Dayeuhkolot, Kab. Bandung, Pastor Leonardus Bambang Pr., dalam khotbahnya mengatakan, tidak ada kebangkitan tanpa penderitaan. Kristus bangkit dari kematian dan alam maut setelah mengalami sengsara karena menjadi pemulih dosa-dosa manusia. Momen paskah merupakan waktu yang tepat bagi umat kristiani untuk bangkit dari keterpurukan. Menjadi manusia baru, meninggalkan dosa, dan mampu membangun kesejadian hidup dengan mencintai sesama dan alam.</p>
<p align="justify">&#8220;Semua pengalaman hidup jika dilihat dalam suasana iman merupakan jalan terang dari Tuhan untuk kita dan akan indah pada waktunya. Sebagai pengikut Kristus, kita hendaknya meneladani Dia yang bangkit dari kuasa maut. Bangkit ke arah perubahan hidup yang lebih baik dalam segala hal,&#8221; katanya.</p>
<p align="justify">Melalui malam paskah, umat diajak memaknai tiap langkah hidup, meninggalkan kegelapan dosa, dan hidup dalam iman akan Yesus Kristus.</p>
<p align="justify">Kebangkitan rohani</p>
<p align="justify">Sementara itu, Gereja Kristen Perjanjian Baru &#8220;Fajar Pengharapan&#8221; Pasir Koja merayakan Paskah selama tiga hari, mulai dari Jumat (21/3) hingga Minggu (23/3) di gedung Sabuga, Bandung. Acara dibagi ke dalam berbagai segmen umat orang tua, remaja, dan anak-anak.</p>
<p align="justify">Salah satu acara berupa pentas drama musikal oleh anak-anak Sekolah Minggu. Drama bercerita tentang intrik yang terjadi di Negeri Penuh Nyanyian, negeri yang penuh dengan cinta dan kedamaian.</p>
<p align="justify">&#8220;Melalui kegiatan tiga hari ini, kami ingin mengajak umat Kristiani bangkit secara rohani. Kebangkitan rohani niscaya akan diikuti kebangkitan bidang hidup yang lain,&#8221; tutur Lukas Gunawan, ketua panitia kegiatan. (CA-168/165</p>
<p></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faenpunya.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faenpunya.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faenpunya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faenpunya.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faenpunya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faenpunya.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faenpunya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faenpunya.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faenpunya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faenpunya.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faenpunya.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faenpunya.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faenpunya.wordpress.com&blog=3186325&post=12&subd=faenpunya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faenpunya.wordpress.com/2008/03/23/perayaan-malam-paskah-aman-dan-khusyuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/269d965ce52204d5f0f4caa64945d12c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">faenpunya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://faenpunya.files.wordpress.com/2008/03/bdg-paskah.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bdg-paskah.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang</title>
		<link>http://faenpunya.wordpress.com/2008/03/17/hello-world/</link>
		<comments>http://faenpunya.wordpress.com/2008/03/17/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Mar 2008 08:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>faenpunya</dc:creator>
				<category><![CDATA[irfan abdurrasyid]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Selamat datang di faenpunya.wordpress.com disini anda bisa mendapatkan artikel-artikel yang berguna
Kematian Itu Dekat
 
Pada dasarnya, kaum yang mementingkan duniawi adalah bodoh, ceroboh, dan dangkal pikirannya. Hidup mereka tidak berdasarkan logika, tetapi mereka hidup dengan kesesatan dan keyakinan yang salah serta mengikuti sangkaan yang berakhir dengan kekeliruan. Salah satu kekeliruan ini adalah keyakinan mereka tentang kematian. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faenpunya.wordpress.com&blog=3186325&post=1&subd=faenpunya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selamat datang di <a href="http://wordpress.com/">faenpunya.wordpress.com</a> disini anda bisa mendapatkan artikel-artikel yang berguna<span id="more-1"></span></p>
<p class="Judul" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:normal;"><span style="font-size:16pt;font-family:'Times New Roman';">Kematian Itu Dekat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:16pt;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:16pt;"><span style="font-size:11pt;">Pada dasarnya, kaum yang mementingkan duniawi adalah bodoh, ceroboh, dan dangkal pikirannya. Hidup mereka tidak berdasarkan logika, tetapi mereka hidup dengan kesesatan dan keyakinan yang salah serta mengikuti sangkaan yang berakhir dengan kekeliruan. Salah satu kekeliruan ini adalah keyakinan mereka tentang kematian. Mereka percaya bahwa kematian adalah sesuatu yang tidak perlu dipikirkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:16pt;"><span style="font-size:11pt;">Sebenarnya, yang mereka lakukan adalah lari dari kenyataan dengan cara mengabaikan kematian. Tanpa memikirkannya, mereka percaya bahwa mereka dapat menghindari peristiwa itu. Akan tetapi, hal ini seperti burung unta yang menenggelamkan kepalanya ke dalam pasir untuk mengindari bahaya. Mengabaikan bahaya tidak membuat bahaya itu hilang. Sebaliknya, orang tersebut berisiko menghadapi bahaya dengan tanpa memiliki persiapan. Akibatnya, ia akan menerima kejutan yang lebih besar lagi. Tidak seperti halnya orang beriman yang mentafakuri kematian dan menyiapkan dirinya terhadap kenyataan yang sangat penting ini, kebenaran yang akan dialami semua manusia yang hidup. Allah memperingatkan orang kafir dalam ayat-Nya,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:16pt;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="AyatHadits" style="text-indent:1cm;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0.0001pt 0;"><span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;">“Katakanlah, ‘Sesungguhnya, kematian yang kamu lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’” </span></span><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;">(al-Jumu’ah: <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> </span></b></p>
<p class="AyatHadits" style="text-indent:1cm;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0.0001pt 0;"><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:16pt;"><span style="font-size:11pt;">Kematian bukanlah “bencana” yang harus dilupakan, melainkan pelajaran penting yang mengajarkan kepada manusia arti hidup yang sebenarnya. Dengan demikian, kematian seharusnya menjadi bahan pemikiran yang mendalam. Seorang muslim akan benar-benar merenungi kenyataan penting ini dengan kesungguhan dan kearifan. Mengapa semua manusia hidup pada masa tertentu dan kemudian mati? Semua makhluk hidup tidak kekal. Ini menunjukkan bahwa manusia tidak memiliki kekuatan dan tidak mampu menandingi Kekuasaan Allah. Allahlah satu-satunya Pemilik kehidupan; semua makhluk hidup dengan kehendak Allah dan akan mati dengan kehendak-Nya pula, seperti dinyatakan, <b>“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” (ar-Rahmaan: 26-27)</b></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:16pt;"><span style="font-size:11pt;">Setiap orang akan mati, namun tak seorang pun dapat memperkirakan di mana dan kapan kematian akan menghampiri. Tidak seorang pun dapat menjamin ia akan hidup pada saat berikutnya. Karena itu, seorang muslim harus bertindak seolah-olah mereka sebentar lagi akan didatangi kematian. Berpikir tentang kematian akan membantu seseorang meningkatkan keikhlasan dan rasa takut kepada Allah, dan mereka akan selalu menyadari akan apa yang sedang menunggunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-right:8.5pt;text-align:justify;text-indent:1cm;line-height:16pt;"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="AyatHadits" style="text-indent:1cm;line-height:16pt;margin:0 8.5pt 0.0001pt 0;"><span class="StyleAyatHaditsTimesNewRoman11ptCharChar"><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;">“Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”</span></span><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman';"> </span></b><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman';font-style:normal;">(al-Anbiyaa’: 34-35)</span></b><b><span style="font-size:11pt;font-family:'Times New Roman';"></span></b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/faenpunya.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/faenpunya.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/faenpunya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/faenpunya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/faenpunya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/faenpunya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/faenpunya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/faenpunya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/faenpunya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/faenpunya.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/faenpunya.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/faenpunya.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=faenpunya.wordpress.com&blog=3186325&post=1&subd=faenpunya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://faenpunya.wordpress.com/2008/03/17/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/269d965ce52204d5f0f4caa64945d12c?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">faenpunya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>